Surat dari Pak Handry (CEO General Electric Indonesia)

on .

Pak Handry Satriago, CEO General Electric Indonesia
 
 

Adik-Adikku Yang Hebat,

Apa kabar kalian semua? Semoga kalian selalu senang dan dapat bermain ya.

Lho kok bermain? Iya…karena menurut Kakak, masa kanak-kanak adalah masa yang paling indah untuk dapat bermain, berteman banyak, belajar langsung dari alam, serta berimajinasi dan bermimpi.

Bermainlah dengan teman-temanmu, temukan arti persahabatan, temukan bahwa mengerjakan sesuatu secara bersama-sama akan lebih menyenangkan dan lebih mudah daripada mengerjakan sendiri.  Ooo, tentu ada dari kalian yang akan merasa bahwa salah satu atau beberapa teman-temanmu tidak dapat bekerjasama.  Menyebalkan, tidak mau mendengarkan, mau memang sendiri, dan sebagainya.  Tidak apa-apa, jangan langsung ngambek dan tidak mau berteman lagi.  Pertama-tama, ingatkan dulu diri kalian agar jangan jadi orang yang menyebalkan bagi teman-temanmu, lalu ingatkan teman-temanmu tentang pentingnya arti kerjasama ketika terjadi perselisihan.  Tak perlu memusuhi temanmu karena berbeda pendapat.  Berbeda pendapat itu biasa.  Kan setiap orang punya cara berpikir dan pengalaman hidupnya masing-masing.  Tentu pendapatnya juga bisa berbeda.  Bertemanlah dengan semua orang, karena semua orang pada dasarnya sama ketika diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Pencipta. 

Bermainlah di alam terbuka.  Kalian yang ada di NTB Kakak harap punya banyak kesempatan untuk bermain di alam.  Jangan biarkan waktumu habis di depan TV saja, nikmati hujan kalau sedang turun hujan, dengarkan suara binatang, lihat gerakan awan atau ombak yang sepertinya mengajak kita menari.  Lalu, jangan lupa untuk bertanya banyak hal dari kejadian-kejadian yang kalian lihat di alam. Tuliskan pertanyaan tersebut kalau kalian belum menemukan jawabannya.

Nanti, tanyakan pada Ibu, Bapak, Kakak, Guru, atau siapa pun yang kalian anggap bisa menjawabnya.  Kalau belum terjawab juga, simpan saja dulu pertanyaan tersebut.  Bertanya adalah kunci gerbang untuk belajar. Semakin banyak kalian bertanya, semakin banyak hal yang nanti dapat diketahui.

Bermainlah dengan imajinasi, khayalan, dan mimpi.  Tak perlu khawatir untuk bermimpi bisa jadi ini, itu, atau apapun yang kalian mau.  Dulu ada seorang anak kecil namanya Thomas Alva Edison.  Dia suka berkhayal tentang hal-hal yang bisa membuat hidup jadi lebih mudah…”bagaimana cara agar malam tidak selalu gelap ya?” Tanyanya, dan beberapa tahun kemudian dia temukan lampu bohlam.  Di kemudian hari, si kecil Edison ini menjadi ilmuwan terkenal yang banyak menghasilkan temuan yang berguna bagi hidup kita saat ini.  Bermimpilah untuk bisa berbuat baik dan berbuat banyak bagi orang lain.  Mimpi-mimpi seperti itulah yang nanti akan menjadi penunjuk jalan terhadap apa yang ingin kalian lakukan di masa mendatang, dan juga menjadi cambuk untuk kembali maju ketika kalian suatu saat menemukan rintangan dalam hidup.

Hey, apakah kalian suka mendengarkan atau membaca cerita?  Coba tanyakan ke Ibu, Bapak, Kakak, Guru, atau siapapun yang lebih tua dari kalian…minta mereka menceritakan legenda-legenda dari tempat kalian lahir dan dibesarkan.  Eh, tapi juga tak apa kalau kalian mau membaca cerita dari negeri-negeri lainnya.  Cerita-cerita seperti itu, nanti akan banyak gunanya ketika kalian besar.  Cerita-cerita tersebut bisa menjadi ilham dan inspirasi ketika nanti kalian bekerja dan mencoba menghasilkan sesuatu.  Ah, Kakak kok tidak begitu setuju kalau hari-hari kalian hanya diisi buku pelajaran sekolah saja.  Belajar di sekolah tentu penting, tapi mendengarkan dan membaca cerita-cerita rakyat juga tak kalah bergunanya.

Demikian dulu surat Kakak ya….besok Kakak rencananya mau berenang pagi-pagi.  Agar kondisi selalu sehat.  Kita harus banyak bergerak kalau mau sehat.  Orang-orang sekarang banyak habis waktunya di depan computer, di depan layar TV, dan di dalam kendaraan karena macet.  Jadi kurang punya waktu untuk bergerak, akibatnya tubuh mudah sakit.  Nah, Kakak nggak mau sakit, agar bisa bekerja dan berkarya secara baik.

Kalau sempat, balas surat Kakak ini ya!

Salam,

Handry

 

Surat balasan dari adik untuk pak handry satriago bisa dibaca disini