SUA

on .

Surat Untuk Adik

“Izinkan mereka MELIHAT tempat-tempat yang ada di luar pulau mereka, berikan mereka kesempatan untuk ikut MERASAKAN bangganya meraih prestasi seperti yang kakak raih, biarkan mereka MENGETAHUI apa yang kakak kerjakan, sehingga mereka punya HARAPAN dan SEMANGAT untuk meraih masa depan yang lebih baik.”

Latar Belakang program Surat Untuk Adik

Ide program Surat Untuk Adik (SUA) sebenarnya telah lama tercetus yaitu sejak awal YAFI baru saja didirikan. Hanya saja karena beberapa hal, SUA tertunda dan tergantikan dengan program kegiatan lainnya. Tetapi, impian untuk tetap melaksanakan ini tetap ada. Kami membayangkan betapa menyenangkannya berkirim surat, bertukar sapa, dan berbagi pengalaman melalui sepucuk surat dengan orang yang belum kita kenal sebelumnya. Apalagi orang yang dituju berumur cukup jauh di bawah kita. Wah, merasa seperti punya adik kan?

Akhirnya, pada suatu siang kami memutuskan untuk benar-benar merealisasikan ide Surat Untuk Adik. Surat dikirim oleh pemuda-pemudi terdidik di Indonesia maupun luar Indonesia, yang selajutnya disebut sebagai ‘Kakak’, dan dikirim kepada ‘Adik’ di sebuah daerah  terpencil. Tema surat kami putuskan tentang tempat wisata atau infrastruktur, profesi, dan prestasi.

Daerah Adik yang menjadi tujuan surat adalah Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Wilayah itu merupakan wilayah yang hanya memiliki fasilitas sekadarnya. Surat yang menceritakan tempat-tempat menarik di luaran sana tentu akan memunculkan antusias mereka. Bahkan fasilitas atau kendaraan umum yang sering kita jumpai pun belum tentu pernah mereka ketahui sebelumnya. Contohnya eskalator. Hampir di setiap pusat pertokoan kita bisa menjumpai eskalator, tapi tidak mungkin kan di daerah pesisir pantai sana ada?

Bercerita tentang hal-hal baru tentu juga bisa menambah wawasan mereka dan siapa tahu juga menjadi motivasi sendiri untuk mereka mendatangi tempat-tempat tersebut suatu hari nanti dengan usaha mereka.

Berikutnya, coba kita sedikit flashback ke masa kecil kita. Ketika ada yang bertanya, “Apa cita-citamu?”, pasti jawaban yang sering dilontarkan adalah dokter, insinyur, artis, astronot, dan pekerjaan lainnya yang sering kita lihat di sekitar atau televisi. Akan tetapi, sebagian besar di antara kita pun pada saat itu mungkin belum mengetahui bahwa ada lebih banyak pekerjaan lagi seperti akuntan, fotografer, make up artis, atau pegawai pemerintah. Ah, bahkan misalnya untuk profesi dokter, paling kita hanya mengetahui pekerjaannya ya... memeriksa orang sakit di rumah sakit. Kita saat pada waktu itu belum tahu bagaimana besar sesungguhnya pengabdian mereka seperti ketika terjun ke lapangan langsung tempat terjadinya bencana alam dan sebagainya.

Apalagi adik-adik yang dengan keterbatasan akses informasi tentu hanya mangetahui jenis pekerjaan melalui buku dan cerita bapak/ibu gurunya.

Oleh karena itu, bercerita tentang pekerjaan seseorang atau pekerjaan Kakak sendiri, pasti sangat menarik untuk sang adik. Siapa tahu Adik jadi ingin memiliki profesi serupa kan? Itu tandanya Kakak sudah membuat Adik memiliki cita-cita yang baru.

Yang terakhir, hal yang bisa menjadi inspirasi besar bagi Adik adalah dengan berbagi prestasi apa yang pernah sang Kakak raih. Tidak sekedar kebanggan atau hadiah yang diceritakan, tetapi perjuangan untuk meraihnya pasti tidak mudah. Misalnya untuk bisa mengikuti pertukaran pelajaran ke luar negeri, seseorang harus memiliki nilai yang tinggi di sekolahnya, lalu mengikuti serangkaian tes, bersaing dengan puluhan atau ratusan peserta lain yang pasti tidak kalah pintarnya, barulah kesempatan itu datang.

Dengan segala keterbatasan yang ada, bisa jadi sang Adik selama ini tidak berani memiliki impian yang besar. Padahal di kenyataannya, justru telah banyak orang-orang yang sukses berasal dari latar belakang yang biasa saja. Asal memiliki niat dan usaha keras, mimpi sebesar apapun pasti bisa terwujud!

Surat-surat yang masuk dan terpilih selain kami kirimkan kepada Adik, kami pikir akan lebih bermanfaat bila dibagikan pula dalam bentuk buku kepada orang banyak. Jangkan Adik, kami saja saat membaca surat yang masuk merasa sangat tergugah dan ingin melakukan lebih banyak lagi seperti Kakak-kakak pengirim pengirim surat.

Keinginan jangan sekedar menjadi keinginan, tetapi harus bisa diwujudkan. Jangan ragu untuk memulai. Hal yang besar tentu berawal dari hal kecil kan?

E-Book SUA

E-book berisi kumpulan surat kakak dan surat balasan dari adik tahap pertama bisa di download disini

Salam Aksi dan Inspirasi!

Youth’s Act For Indonesia (YAFI)