Episode 1 –"Aku dan Lingkunganku" SDS Nurani Insani Petamburan

on .

Episode perdana #KamiBerbakti batch 2 dimulai hari ini.

Ada dua sekolah tempat berbakti yaitu SDS Nurani Insani Petamburan, Jakarta Barat dan MI I’anatul Falah Pancoran, Jakarta Selatan.

Apa yang terlintas dalam pikiran kalian saat salah seorang guru memperingatkan kalian“neng jangan berdiri disitu. kayunya udah lapuk makanya ditutup triplek” Sekolah ini adalah yayasan nurani insani petamburan. Sebuah yayasan yang menampung anak-anak jalanan di sekitar petamburan untuk mendapatkan kesempatan belajar yang sama dengan anak-anak yang lain.

 

#KamiBerbakti batch 2 di SDS Nurani Insani Petamburan bersama adik-adik kelas 5 dimulai dengan perkenalan di ruangan kelas yang sempit yang ada di lantai 2. Ada beberapa adik yang harus naik ke meja untuk bisa duduk di bangku yang ada di deretan belakang, karena sempitnya ruang kelas dan tak ada akses jalan untuk menuju bangku yang paling belakang.

Kakak-kakak volunteer dan adik-adik saling bergantian memperkenalkan diri juga memperagakan hobi mereka dengan gerakan tanpa diucapkan.

Pada dasarnya anak-anak memang suka bermain. Karakter mereka yang kadang sulit untuk diatur sehingga saat ada kakak yang sedang berbicara di depan dan mereka asyik sendiri, adik-adik ini kemudian diminta untuk ke depan menyanyikan lagu wajib nasional.

 

Setelah pembagian kelompok dengan kakak-kakak volunteer, kami kemudian memberikan penjelasan tentang sampah di episode 1 Aku dan Lingkunganku melalui media gambar. Adik-adik diminta untuk menyebutkan contoh sampah organik dan non organik, Sampah mana yang bisa di daur ulang dan mana yang tidak bisa didaur ulang. Setelah itu simulasi permainan yang berlangsung 2x yaitu pertama masing-masing kelompok mendapat beberapa kartu yang bergambar sampah dimana mereka berdiskusi untuk menggolongkan gambar tersebut kedalam jenis sampah apa.

Adik-adik terlihat begitu antusias dan rasa ingin tahu mereka begitu besar.

Simulasi kedua, adik-adik tiap kelompok bergantian berbaris sambil memegang kartu gambar sampah untuk memasukkan kartu tersebut ke dalam tempat sampah organik dan non organik

.

Selama simulasi hampir sebagian besar adikk sudah dapat membedakan mana jenis sampah organik dan mana jenis sampah non organik. Setelah itu adik-adik langsung diarahkan untuk mencari sampah di luar, berjalan-jalan keliling sekolah dengan didampingi kakak volunteer sudah siap dengan 2 plastik untuk sampah organik dan non organik. Warga di sekitar sekolah juga ikut membantu adik-adik mencari dan memilah sampah.

Setelah keliling sekolah dan mengumpulkan sampah, adik-adik mencuci tangan dengan sabun secara bergantian di toilet sekolah. Mencuci tangan sebelum atau setelah selesai beraktivitas adalah kebiasaan sederhana yang harus dibiasakan untuk mencegah kita tertular atau menularkan penyakit.

 

Mereka kemudian kembali ke kelas dan review tentang kegiatan hari ini. Episode perdana tentang Aku dan lingkunganku bertujuan agar anak-anak peduli pada lingkungan mereka minimal dari diri sendiri. Meski mereka anak jalanan mereka juga bisa peduli pada lingkungan dan juga membiasakan diri hidup bersih.

Adik diberikan penghargaan berbentuk bintang setiap melakukan kegiatan hari ini dengan baik yang nantinya bintang-bintang tersebut akan dikumpulkan, dijumlahkan lalu ditukarkan dengan hadiah yang akan kami siapkan di akhir episode #KamiBerbakti batch 2. Hal ini untuk memacu semangat mereka untuk tetap bersekolah meskipun hidup di jalanan.