Episode 2 - "Aku gemar menabung" MI I’anatul Falah

on .

Hari ini #KamiBerbakti batch 2 episode 2 di Madrasah Ibtidaiyah I’anatul Falah Pancoran dan juga di SDS Nurani Insani Petamburan, ada rasa rindu yang terbersit di tiap langkah perjalanan kami. Ingin segera bertemu mereka.

 
Riuh suara anak-anak dan kakak volunteer terdengar. Memandangi kami dengan senyuman yang mengembang di wajah.
Episode kali ini Aku gemar menabung adik-adik diminta untuk membuat celengan. Menggunting-gunting gambar, menempel dan menuliskan nama di celengan. Beberapa adik juga memasukkan uangnya ke dalam celengan yang ia buat, ada yang memasukkan uang seribu rupiah, ada yang dua ribu dan bahkan lima ribu rupiah.
 
 
Setelah semua selesai, kami memilih tiga orang adik yang berani maju ke depan kelas untuk menceritakan kembali tentang tema celengannya. Untuk mereka yang sudah berani maju, akan diberikan bintang. Bintang ini tentunya dikumpulkan dan ditempelkan di rapor mereka, karena pada akhir episode #KamiBerbakti batch 2 jumlah bintang akan diakumulasi sebagai penanda siapa adik yang paling berani dan berprestasi.
 
Kemudian, seluruh celengan dikumpulkan. Saat sedang mengumpulkannya, Ibu Guru memasuki kelas dan bilang “Saya mau foto mereka sambil pegang celengan mereka ya.”. Kami pun mempersilakan Ibu Guru, lalu sesaat kemudian beliau kembali berkata “Nanti Ibu akan beli lemari kaca di kelas ini, untuk pajang celengan kalian. Jadi kalau madrasah ini mendapati kunjungan, mereka bisa lihat hasil kerajinan tangan kalian. Kalau celengan ini bagus-bagus kan bisa dijual ke mereka. Nanti kalian buat lagi”.
 
Kami masih tidak bisa membayangkan kerajinan tangan yang mereka buat penuh cita untuk belajar peduli terhadap uang, harus dijual. Lagipula, ruang kelas sudah terlalu sempit, dengan muatan siswa kelas 4, 5 dan 6, bangku-bangku dan meja-meja yang sudah jelek, papan tulis, serta satu lemari besar yang sudah miring ke kanan dan mau rubuh, yang dianggap “perpustakaan”. Mau ditambah lagi dengan lemari kaca? Lalu, anak-anak mau duduk dimana?
 
Semoga kalau ada uang untuk beli lemari kaca, bisa diisi dengan buku-buku saja. Semoga celengan yang sudah susah payah adik-adik buat bukan untuk dijual.
 
 
Sesi selanjutnya, adik-adik diberikan uang Rp 2000/orang untuk jajan, dengan tujuan kakak-kakak ingin melihat apakah adik-adik menghabiskan semua uangnya untuk jajan atau ditabung.
Di bagian belakang kelas, kak bia dan kak Tyas menjaga “warung” yang menyediakan makanan kecil. Semua harga makanan ini Rp 500/buah. Setelah semua persiapan “warung” selesai, adik-adik mulai mendatangi dan berebut mengambil makanan.
Ada yang hanya membeli satu, ada yang dua, dan ternyata ada yang tiga. Tapi, tidak ada satupun adik yang membelanjakan semua uangnya. Itu artinya, mereka masih mau menyisakan sedikit uangnya untuk ditabung.
 
Berakhirnya sesi “jajan di warung” maka berakhir pula episode kedua ini, adik-adik lalu membereskan peralatan mereka dan pulang. Sedangkan kakak-kakak mengadakan rapat di ruang kelas sambil mengisi rapor mereka.