Episode 2 : “Melompat lebih tinggi”

on .

Program Kami Berbakti episode 2 mengusung tema “Melompat Lebih tinggi”. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melihat lebih dekat kemampuan akademik siswanya. Seperti biasa, adik dibagi menjadi 4 kelompok. Setiap kelompok dibimbing oleh beberapa orang volunteer, sehingga setiap volunteer menjadi Kakak pendamping untuk 3 orang adik dan mereka yang akan melakuan penilaian per individu adik-adik. Kegiatan ini dibuat seperti bermain petualangan untuk mengunjungi 4 pos. Pos pertama adalah pos “Aku suka Membaca”, pos kedua “Berhitung itu menyenangkan”, pos ketiga “Mari menulis pengalaman”, dan pos keempat adalah pos “Diskusi, Yuk!”.

 

Serunya Matematika di lapangan.

 

Pada pos I “Aku Suka Membaca”, adik-adik diberikan beberapa buku cerita. Ada buku cerita bergambar dengan bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Celetukan seorang anak yang membuatku tersentil “Yah kak, bahasa Indonesia aja susah bacanya, apalagi yang bahasa inggris” . Mereka tidak memiliki perpustakaan, tidak punya buku paket sekolah, apalagi buku cerita. Oleh karena itu, pada pos ini mereka terlihat antusias membaca cerita, dibimbing oleh kakak pendamping. Ternyata, ketika rapat evaluasi, banyak kakak pendamping melaporkan bahwa masih ada adiknya, baik kelas 5 maupun kelas 6 masih tersendat-sendat dalam membaca. Berikut potret kegiatan di pos I.

Pos II adalah pos Berhitung. Setiap kelompok yang masuk ke dalam pos ini diberikan petunjuk-petunjuk untuk mencari amplop yang disembunyikan di berbagai sudut sekolah. Amplop tersebut berisi berbagai soal-soal matematika dari berbagai level, mulai dari soal penambahan yang sederhana, kompleks, dan rumus-rumus luas bangun datar. Mengerjakan soal matematika di kelas terasa seperti “horor”, tapi ketika di POS II, adik-adik semangat dan antusias dalam mencari amplop dan mengerjakan soal-soalnya.

Ketika rapat evaluasi, kakak pendamping melaporkan bahwa masih banyak adiknya yang salah dalam mengerjakan penambahan yang digabungkan dengan perkalian, pengurangan, atau pembagian. Mereka tidak mendahulukan fungsi kali dan bagi. Ada pula adik yang sudah kelas 6 tapi baru hafal perkalian 1-5. Namun, ada juga yang sudah lancar berhitung tapi ternyata di pos I ia tak lancar membaca.

Berikut foto semangat mereka mengerjakan soal di Pos II.

Pada pos III “Mari Menulis Pengalaman” adik diajak untuk menceritakan pengalamannya liburan di sebuah kertas. Kegiatan ini bertujuan untuk mencari tahu kemampuan menulis Mereka. Ternyata banyak adik yang masih bermasalah. Ada yang belum bisa menyusun kalimat, ada yang menulis tanpa tanda baca, ada yang menggunakan huruf kapital semua, dan lainnya. Mereka juga harus dipancing dengan pertanyaan terlebih dahulu. Seperti pertanyaan “Ketika liburan, adik pergi kemana?”. Ada adik yang hanya menulis “Monas”. Tugas kakak pendamping adalah memancing lebih jauh agar adik semakin banyak menuliskan pengalamannya.

Berikut adalah foto mereka di POS III.

POS IV adalah pos paling heboh. “Diskusi, Yuk” Pada pos ini seolah-olah adik-adik diberikan uang 10 ribu rupiah, mereka juga diberikan daftar nama-nama benda beserta harganya. Mereka tak bisa membeli semua benda-benda itu, oleh karenanya mereka harus berdiskusi untuk memutuskan benda apa yang harus mereka beli.

Laporan kakak pendamping adalah bahwa kebanyakan adik tidak memiliki etika diskusi yang baik. Banyak adik yang menggunakan kata-kata kasar jika ia tidak menyukai pendapat temannya. Hal ini mungkin saja terjadi karena memang latar belakang kehidupan keluarga mereka yang keras, jadi kata-kata dan etika seperti itu sudah menjadi biasa saja.

Berikut adalah foto di POS IV.