Episode 1 : “Melukis Mimpi”

on .

“Walau Sekolah kami belum punya perpustakaan,Walau Buku pelajaran cuma Lembar Kerja Siswa (LKS),

Walau ekonomi keluarga kami tak seberuntung kalian,

KAMI HARUS BERANI MELUKIS CITA-CITA

KAMI AKAN BELAJAR SUPAYA DAPAT MERAIH CITA-CITA KAMI.”

Lukisan Sintya, salah satu siswi yang bermimpi menjadi penyanyi terkenal. Saat ini selain sekolah, ia juga bekerja sebagai pembantu di rumah salah seorang personil boyband Indonesia

 

Calon dokter, calon penyiar radio, calon penata rias, calon pengusaha, calon programmer dan calon manajer keamanan kerja. Mereka adalah para mahasiswa yg menjadi volunteer YAFI ke SD Islam Tambora Jakarta Barat, 17 Desember 2011. Bukan untuk memamerkan perkuliahan mereka, tapi untuk menginspirasi adik-adik agar berani bermimpi dan semangat belajar agar bisa meraih mimpi seperti kakak-kakak volunteer YAFI.

Adik-adik ini berasal dari keluarga yang tidak mampu. Kebanyakan ayah mereka bekerja sebagai buruh angkut dan ibu mereka bekerja menjadi pembantu rumah tangga. Jadi presiden? Jangankan itu, bermimpi bisa kuliah saja mungkin mereka belum pernah. YAFI hadir untuk memotivasi mereka bahwa mereka harus berani bermimpi dan meraih mimpi tersebut.

Pada episode 1, ada 3 sesi utama yang dilakukan. Sesi 1 “Pekerjaan apa aja yang ada?” sesi 2 “Adik mau jadi apa?” sesi 3 “kakak Mau jadi apa?”. Pada sesi pertama, kakak-kakak membuka wawasan adik-adik tentang apa saja pekerjaan yang mungkin luput dari perhatian mereka. Pada sesi kedua adik-adik memilih cita-cita mereka dan melukisnya di selembar kertas. Pada sesi 3 kakak bercerita tentang cita-citanya.

SESI 1. “Pekerjaan apa aja yang ada?

Kakak: “Ayo adik-adik, tulis apa saja pekerjaan yang kalian ketahui??? ini lomba ya, waktu kalian 3 menit”

Adik: “tukang galon, tukang sayur, satpol PP……” jawaban yg spontan sebelum bimbingan volunteer.

setelah bimbingan volunteer, barulah jawaban itu berkembang menjadi “masinis, pilot, dokter, polisi, satpol PP, dll..”

Kakak: “apa pekerjaan satpol PP ya adik??”

Adik: “aku tau kak!!! itu yang tukang ngusir2 pedagang”

Sesi 2 “Adik, mau jadi apa?

Adik:  (menulis) AKU MAU JADI  PRESIDEN

Kakak: “lho, kok dicoret presidennya, dek?

Adik: “susah kak” (tak lama kemudian, ia menulis lagi )“AKU MAU JADI POLISI

Kakak: “lho, kok dicoret lagi?”

Adik: “ketinggian kak” setelah beberapa menit berfikir, ia menulis “AKU MAU JADI NELAYAN”

Kakak: lho, tadi polisi, kenapa sekarang mau jadi nelayan?”

Adik“biar lebih mudah kak”

Adik yang lain:

 “Aku ingin menjadi atlet bulu tangkis supaya Indonesia menang” Dalam hati aku bergumam, “Subhanallah, pendidikanmu nyaris ditelantarkan oleh Indonesia, tapi kamu masih bercita-cita untuk mengharumkan nama indonesia.” Dalam kondisinya sekarang, fasilitas pendidikan terbatas, sekolah tak punya perpustakaan, modal belajar hanya Lembar Kerja Siswa (LKS), tapi ia tetap ingin berjuang mengharumkan nama Indonesia. Luar biasa! Semangat ya, Dik!

“Aku ingin menjadi artis supaya terkenal di TV” anak yang menulis cita-cita ini bekerja sebagai pembantu di rumah salah seorang personil Boy Band indonesia.

“Aku ingin menjadi Pramugari” ia menggambarkan cita-citanya pada sebuah kertas. Seorang pramugari di depan sebuah pesawat GARUDA INDONESIA, penerbangan ke SINGAPURA. Hayo adik! Terbangkan cita-citamu setinggi langit, lalu berjuanglah untuk meraihnya!!!

“Aku ingin menjadi Polisi supaya di Tambora gak ada maling”

“Aku ingin menjadi penjaga gawang tim Indonesia supaya gak kebobolan”