Kami Berbakti 1: Kenalkan Budaya Indonesia Untuk Adik-adik Manggarai

on .

Kami Berbakti 1 dijalankan dalam 2 Jilid pada waktu yang berbeda tapi tempat tentunya sama. Kegiatan ini diadakan pada Sabtu, 8 April 2017 dan Sabtu 15 April 2017, di Manggarai, Jakarta. Materi yang kami berikan mengenai “Keberagaman Budaya Indonesia”. Pada kesempatan kali ini, kami bekerjasama dengan Komunitas Jendela Jakarta. Komunitas tersebut sudah terkenal lho di kalangan warga daerah Manggarai. Selain itu, mereka juga sudah mempunyai 3 lokasi, yaitu di Serpong, Jakarta, dan Sungai Bambu.

Penasaran dalam dua hari tersebut kami ngapain aja? Yuk simak!

Kami Berbakti 1 Jilid 1

Kami Berbakti 1 Jilid 1 diadakan pada Sabtu, 8 April 2017, dimulai pukul 13.30 WIB. Materi yang diberikan berupa pengenalan pulau-pulau di Indonesia, suku-suku yang terdapat di beberapa pulau, dan hal-hal yang khas mengenai suku tersebut. Main Team YAFI Batch V berkumpul dan berkenalan dengan adik-adik asuh. Ada sekitar 13 adik asuh, dengan 5 perempuan dan sisanya laki-laki dengan rata-rata berumur 8-10 tahun.

Setelah perkenalan selesai, adik-adik di bagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok laki-laki dan kelompok perempuan. Kelompok perempuan di handle oleh Kak Caca, Kak Anisa, Kak Triana, Kak Joyce, Kak Andien, dan Kak Aldi. Sedangkan yang laki-laki dengan Kak Ariska, Kak Bagas, Kak Alim, Kak Rheinata. Kakak-kakak yang lain juga hadir untuk mendampingi adik-adik dan membuat acara semakin meriah.

Sesi perkenalan selesai, Main Team Batch V memberikan mengenai ragam budaya Indonesia. Untuk kelompok perempuan, mereka belajar mengenai kebudayaan Papua. Di awali dengan belajar nama pulau-pulau di Indonesia. Para adik tentunya masih sedikit bingung di mana letak Pulau Papua, hingga kakak asuhnya memberikan petunjuk bahwa Papua ada di Timur Indonesia. Setelah mempelajari letak Papua, kakak asuh menjelaskan materi mengenai tradisi Indonesia, mulai dari makanan, adat istiadat, lagu dan tarian daerah. Tradisi Papua yang dipelajari meliputi bakar batu (upacara penyambutan tamu), potong jari (tanda duka cita), dan ararem (pernikahan ala Papua). Adik-adik kemudian diminta untuk menuliskan dengan bahasa mereka sendiri mengenai budaya Papua, dan menjelaskan kepada teman-teman tentang budaya yang sudah mereka pelajari. Kakak asuh juga memberikan hadiah kepada adik-adik yang aktif berupa susu dan cemilan. Dan tentu saja, mereka semua mendapatkannnya, Youth!

Setelah belajar tradisi Papua, sekarang saatnya belajar menyanyi lagu dari Papua yaitu Rambe Yamko Rambe. Kakak asuh bersama adik-adik menyanyi bersama yang membuat suasana semakin ramai dan ceria. Selain belajar menyanyi, adik-adik juga belajar tarian Papua loh, Youth! Mereka sangat antusias belajar tarian Papua. Mereka belajar menyanyi dan menari bersamaan, karena di akhir acara semua adik-adik akan menampilkan nyanyian dan tarian yng telah dipelajari.

Nah sekarang bagian kelompok laki-laki nih! Mereka ngapain ya? Untuk kelompok yang satu ini, mereka belajar mengenai daerah Kalimantan. Agak susah lho mengatur anak laki-laki, karena mereka benar-benar aktif ketika penyampaian materi. Adik-adik ini belajar mengenai lagu Ampar-Ampar Pisang yang kemudian diselingi dengan beberapa games seru.

Akhirnya pemberian materi pun selesai. Sekitar pukul 15.00, dua kelompok di atas menampilkan tarian dan lagu yang sudah dipelajari. Mereka bersaing untuk menampilkan yang terbaik loh, Youth! Penampilan dari mereka adalah goals dari kegiatan Kami Berbakti 1 Jilid 1 ini, yaitu berani tampil di depan umum dan belajar budaya Indonesia.

Pada pukul 15.30, penampilan selesai. Kegiatan diakhiri dengan doa dan foto bersama dengan adik-adik. Setelah adik-adik pulang, para kakak berkumpul dan eveluasi atas kegiatan hari ini, dan berharap semoga Kami Berbakti 1 Jilid 2 bisa lebih baik lagi.

 

Kami Berbakti 1 Jilid 2

Kami Berbakti 1 jilid 2 dilaksanakan pada Sabtu, 15 April 2017, dimulai pukul 13.30 WIB. Masih dengan tema yang sama, namun di Jilid 2 ini dikhususkan dengan materi pewayangan. Seperti yang kita ketahui bahwa bangsa yang maju adalah bangsa yang paham serta cinta akan budayanya sendiri, dan wayang merupakan budaya asli Indonesia. Oleh sebab itu, Main Team Batch V ingin memberikan pembelajaran kepada adik-adik agar dapat mengenal wayang sejak sedini mungkin.

Sebelum memulai aktivitas belajar-mengajar, YAFI dan adik-adik tak lupa berdoa dulu, Youth! Semoga kegiatan berjalan lancar dan materi yang disampaikan oleh kakak-kakak dari YAFI akan melekat di otak adik-adik. Aamiin.

Nah, selesai berdoa, kakak-kakak YAFI mengajak adik-adik untuk menari tarian Open Banana supaya mereka have fun saat belajar nanti.

Selepas berseru-ria, kini saatnya adik-adik untuk belajar. Pertama, adik-adik dibagi menjadi dua kelompok besar, yakni kelompok laki-laki dan perempuan. Selanjutnya adik-adik diberi materi tentang macam-macam wayang yang ada di Indonesia, salah satunya adalah wayang Punakawan dan Pandowo. Kelompok laki-laki di handle oleh Kak Ariska, Kak Rosi, Kak Daru, Kak Alim, Kak Syara, Kak Gilang, dan Kak Siti. Sedangkan kelompok perempuan di handle oleh Kak Caca, Kak Nadya, Kak Sofia, Kak Syifa.

Pertama, adik-adik dijelaskan mengenai wayang apa saja yang ada di Indonesia, namanya, filosofi bentuk-bentuk wayang, serta cerita yang ada dalam wayang tersebut. Di sini, kakak-kakak dari YAFI berusaha agar adik-adik dapat menyerap ilmu mengenai perwayangan dengan maksimal. Maka dari itu, kami membuat properti wayang-wayangan yang dapat digunakan sebagai metode belajar. Dan adik-adik terlihat sangat antusias lho, Youth!

Setelah belajar, waktunya rehat sebentar. Kami memberikan susu serta makanan ringan lainnya untuk adik-adik. Semoga susu tersebut dapat mengembalikan stamina adik-adik yaaa! Kegiatan belajar mengajar pun dilanjutkan. Kelompok perempuan kembali mengulas materi yang telah disampaikan oleh kakak-kakak YAFI, sedangkan kelompok laki-laki sedang asyik memainkan cerita wayang bersama Kak Ariska.

Kegiatan belajar-mengajar pun usai, acara diakhiri dengan berdoa kembali. Namun sebelum berpisah dengan adik-adik di Manggarai, kami berfoto bersama dan memberikan buku, tempat pensil, serta alat tulis kepada adik-adik yang diharapkan semoga nantinya dapat menunjang kegiatan belajar para adik. Tentunya benda-benda tersebut tidak akan ada tanpa bantuan donasi yang telah diberikan oleh masyarakat. YAFI mengucapkan terima kasih kepada Komunitas Jendela Jakarta serta adik-adik yang telah mengizinkan YAFI menjalankan agendanya di sana. Sekali lagi, YAFI juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah menyumbangkan dana untuk kegiatan Kami Berbakti 1 Mari Beraksi dan Menginspirasi, Youth!